Solok, Kliksumbar — Longsor besar menutup total Jalan Lubuk Selasih–Alahan Panjang pada Senin (24/11/2025) pagi sekitar pukul 06.30 WIB.
Kejadian ini menghambat arus transportasi masyarakat Kayu Jao.
Selain itu, peristiwa ini menghentikan ratusan pengendara yang melintas pada jalur tersebut.
Kemudian, kabut pagi yang tebal memperparah suasana di lokasi.
Longsor terjadi setelah hujan deras mengguyur wilayah sejak tengah malam.
Kondisi lereng yang jenuh air menjadi pemicu utama runtuhnya material tanah dan batu.
Selain itu, akar pohon yang terlepas ikut memperbesar volume material longsor.
Material tersebut menutupi badan jalan sepanjang puluhan meter dan membuat jalan tak bisa dilewati kendaraan.
Tanah basah mengalir hingga permukiman warga dan merendam bagian depan dua rumah.
Beruntung, para penghuni rumah sempat mengungsi lebih awal setelah mendengar suara retakan tanah menjelang subuh.
Selain itu, warga telah mewaspadai kondisi lereng sejak hujan turun terus menerus.
Samsul Bahri, Ketua RT 003 Jorong Kayu Jao, menggambarkan situasi awal saat longsor terjadi.
“Jam enam lewat, kami dengar suara keras seperti truk terguling. Ternyata tanah dari atas bukit langsung meluncur menutup jalan. Warga keluar rumah sejak sebelum Subuh karena takut lereng tidak kuat menahan air,” ujarnya melalui sambungan telepon.
Ia memastikan belum ada laporan korban jiwa maupun luka hingga pagi ini.
Selain itu, warga bergerak cepat untuk mengamankan anak-anak dan lansia ke tempat lebih aman.
Tim gabungan dari PUPR Solok, BPBD Solok, dan Brimob telah tiba di lokasi sejak pagi.
Namun kondisi lereng yang sangat labil membuat pembersihan harus ditunda sementara.
Petugas menilai situasi sekitar jalan masih tidak aman untuk alat berat.
Selain itu, hujan yang masih turun meningkatkan risiko longsor susulan.
Salah satu petugas PUPR menjelaskan rencana penanganan awal di lokasi.
“Kami sedang menilai situasi. Hujan masih turun dan potensi longsor susulan cukup tinggi. Pembersihan tidak bisa dilakukan terburu-buru,” jelasnya di lokasi.
Sumatera Barat terus menerima hujan deras selama sepekan terakhir.
Selain Kabupaten Solok, wilayah Agam juga mengalami longsor dan banjir besar pada hari sebelumnya.
Selanjutnya, wilayah selatan Sumbar kembali siaga bencana.
BMKG Minangkabau mengeluarkan peringatan cuaca Level 3 hingga 26 November.
Beberapa wilayah diprediksi menerima curah hujan tinggi dan berpotensi mengalami longsor maupun banjir bandang.
Sejumlah kendaraan terjebak di dua sisi jalan sejak kejadian berlangsung.
Selain itu, pengendara yang hendak bekerja atau mengantar anak sekolah terpaksa menunggu kepastian pembukaan jalur.
Beberapa pengendara meminta warga menunjukkan jalan kecil, namun kondisi perbukitan membuat jalur alternatif sangat berbahaya.
Petugas menghimbau masyarakat tidak memaksakan diri melintas melalui lokasi longsor.
Pengendara diarahkan menggunakan rute Lubuk Selasih–Padang Panjang–Batusangkar–Alahan Panjang.
Namun beberapa titik di jalur ini juga rawan longsor akibat hujan deras.
Pemerintah daerah mengeluarkan beberapa imbauan penting kepada masyarakat.
Selain menjaga jarak aman dari tebing, masyarakat diminta memantau informasi dari BPBD dan BMKG.
Warga juga diminta segera mengungsi jika mendengar suara retakan atau melihat tanda pergerakan tanah.
Selain itu, pengendara diharapkan memberitahu keluarga mengenai kondisi jalur Solok–Alahan Panjang.
Peristiwa longsor ini menjadi pengingat kuat bahwa bencana hidrometeorologi semakin sering terjadi di Sumbar.
Kewaspadaan masyarakat dan kecepatan informasi menjadi kunci pencegahan korban.
Semoga pembersihan dapat dilakukan ketika kondisi aman dan jalur vital itu kembali digunakan masyarakat. (***)











