Padang, Kliksumbar — Jaringan Pemred Sumbar (JPS) menyiapkan penghargaan Medal of Honor bagi tokoh dan lembaga yang konsisten membantu pemulihan pascabencana di Sumatera Barat.

Penghargaan tersebut rencananya diserahkan setelah Lebaran bersamaan dengan pelantikan pengurus JPS pada akhir Maret 2026.

Sejak awal bencana banjir bandang melanda Sumbar, JPS memantau berbagai aksi kepedulian tokoh, organisasi, dan lembaga yang turun langsung membantu masyarakat terdampak.

Selain itu, sejumlah pimpinan media yang tergabung dalam JPS juga menayangkan berbagai aktivitas kemanusiaan tersebut melalui media masing-masing.

Ketua JPS Adrian Toaik menjelaskan bahwa perhatian berbagai pihak mulai terlihat jelas sejak fase tanggap darurat bencana.

“Sejak awal bencana, JPS mengamati kepedulian para tokoh dan lembaga yang turun langsung membantu penanganan bencana hingga pemulihan masyarakat terdampak,” ujar Adrian Toaik didampingi Ketua Pokja Medal of Honor Almudazir kepada media, Sabtu (7/3/2026).

Selanjutnya, pada masa tanggap darurat, kerusakan akibat bencana mulai terdata secara rinci. Pada tahap ini, berbagai organisasi dan lembaga mulai meningkatkan bantuan bagi korban.

“Di masa tanggap darurat ini, besaran kerugian dan kebutuhan korban mulai terdata. Kepedulian organisasi, lembaga, dan tokoh juga semakin terlihat dalam membantu memenuhi kebutuhan masyarakat,” jelas Adrian.

Memasuki fase pemulihan, JPS terus menelusuri konsistensi para tokoh dan lembaga yang berperan membangkitkan semangat masyarakat agar bangkit dari trauma dan kembali beraktivitas normal.

Selain itu, berbagai lembaga resmi negara juga mulai menghadirkan bantuan pemulihan di tengah masyarakat.

Karena itu, JPS kemudian menggagas pemberian penghargaan khusus sebagai bentuk apresiasi terhadap dedikasi para tokoh dan lembaga tersebut.

“Di fase inilah JPS berpikir untuk memberikan apresiasi atas konsistensi, komitmen, dan pengabdian para tokoh serta lembaga tersebut,” tambah Adrian.

Untuk menentukan penerima penghargaan, tim Kelompok Kerja (Pokja) JPS melakukan pelacakan rekam jejak digital serta pemantauan langsung di lapangan.

Seluruh data tersebut kemudian ditabulasi sebelum diputuskan sebagai penerima Medal of Honor.

“Anugerah Medal of Honor ini merupakan bentuk penghargaan JPS kepada tokoh dan lembaga yang menunjukkan kepedulian nyata terhadap pemulihan Sumbar,” ungkapnya.

Ia menambahkan, banyak pihak telah masuk dalam proses tabulasi berdasarkan pantauan langsung dan jejak digital.

“Insya Allah saat pelantikan pengurus JPS akhir Maret nanti, setelah Lebaran, nama-nama penerima Medal of Honor akan diumumkan sekaligus diserahkan penghargaan tersebut,” ujarnya.

Melalui penghargaan tersebut, JPS berharap komitmen para tokoh dan lembaga tetap berlanjut hingga proses pemulihan Sumatera Barat benar-benar tuntas.

“Pemulihan pascabencana membutuhkan waktu panjang, apalagi kerusakan infrastruktur cukup besar dan memerlukan biaya yang tidak sedikit,” pungkas Adrian. (***)

Editor: Redaksi

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *