Padang, Kliksumbar – Kepala BP BUMN sekaligus Chief Operating Officer (COO) Danantara, Dony Oskaria, mendorong penggunaan SEPABLOCK sebagai material utama pembangunan hunian tetap (huntap) pemerintah.

Rekomendasi itu disampaikan saat kunjungan kerja ke PT Semen Padang sekaligus pelepasan pengiriman perdana SEPABLOCK untuk pembangunan 500 unit huntap di Sumatera Barat.

Dalam kunjungan tersebut, Dony menilai SEPABLOCK memiliki kualitas konstruksi yang lebih kokoh serta efisien dalam proses pemasangan.

Selain itu, material ini mampu menjaga suhu ruangan tetap sejuk sehingga memberikan kenyamanan bagi penghuni rumah.

“Semua huntap sebaiknya menggunakan SEPABLOCK. Hasilnya bagus dan bagian dalam rumah terasa lebih dingin dibandingkan suhu di luar. Untuk ke depan, seluruh huntap Danantara saya minta menggunakan SEPABLOCK saja. Jadikan huntap seperti rumah contoh sepablock dari Semen Padang,” ujarnya.

Selanjutnya, pembangunan huntap yang didukung organisasi Buddha Suci akan berlangsung di dua lokasi.

Sebanyak 340 unit dibangun di kawasan Air Dingin, Kota Padang, sedangkan 160 unit lainnya berada di Kabupaten Agam.

Selain proyek tersebut, suplai SEPABLOCK juga telah digunakan dalam pembangunan huntap Kadin Indonesia di Batu Busuk, Kota Padang.

Di sisi lain, pemerintah juga mulai menjajaki pembangunan huntap melalui dukungan anggaran APBN.

Koordinasi dilakukan bersama Kementerian PUPR dan BNPB guna memperluas pemanfaatan SEPABLOCK dalam pembangunan hunian bagi masyarakat terdampak bencana.

Menurut Dony, penggunaan material yang tepat menjadi faktor penting dalam memastikan kualitas hunian jangka panjang.

SEPABLOCK dinilai mampu menahan panas matahari dengan baik sehingga suhu di dalam rumah tetap stabil dan nyaman.

Karena itu, kehadiran SEPABLOCK dinilai tidak hanya mempercepat pembangunan, tetapi juga meningkatkan standar kualitas hunian tetap pemerintah.

Melalui inovasi produk tersebut, Semen Padang memperkuat kontribusinya dalam mendukung pembangunan rumah layak huni sekaligus meningkatkan ketahanan bangunan di wilayah rawan bencana di Sumatera Barat. (***)

Editor: Redaksi

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *