Sijunjung, Kliksumbar – Ketua DPRD Provinsi Sumatera Barat (Sumbar), Muhidi, melakukan kunjungan kerja ke UPTD Samsat Sijunjung, Kamis (29/1), untuk menerima aspirasi terkait penguatan sumber daya manusia (SDM) serta sarana dan prasarana guna meningkatkan pelayanan publik dan kinerja UPTD.
Muhidi menekankan, aspirasi yang disampaikan akan ditindaklanjuti sesuai kewenangan DPRD Sumbar.
Menurutnya, UPTD Samsat memiliki peran strategis sebagai ujung tombak penerimaan daerah.
“UPTD Samsat merupakan ujung tombak penerimaan daerah. Jika pelayanan tidak ditopang SDM dan sarana yang memadai, tentu berdampak langsung terhadap optimalisasi Pendapatan Asli Daerah. Ini menjadi perhatian serius DPRD,” tegas Muhidi.
Dalam pertemuan tersebut, Muhidi menerima sejumlah masukan dari jajaran UPTD Samsat Sijunjung, khususnya terkait keterbatasan jumlah aparatur sipil negara (ASN).
Saat ini, UPTD Samsat Sijunjung hanya memiliki empat ASN, jumlah yang dinilai belum seimbang dengan beban kerja dan target pelayanan.
Selain persoalan SDM, kondisi sarana dan prasarana juga menjadi sorotan.
Bangunan kantor UPTD Samsat yang berdiri sejak 1992 dinilai kurang representatif dan minim ruang pendukung, sehingga kurang mendukung efektivitas kerja serta kenyamanan masyarakat dalam menerima layanan.
Kepala Seksi Penagihan dan Penerimaan UPTD Samsat Sijunjung, Rio Satria, menjelaskan pihaknya terus melakukan inovasi untuk meningkatkan kualitas layanan publik.
Salah satunya adalah Samsat Drive Thru yang akan berlokasi di Kantor DPRD Kabupaten Sijunjung.
Layanan ini dijadwalkan diresmikan bertepatan dengan Hari Jadi Kabupaten Sijunjung, untuk mempercepat dan mempermudah pembayaran pajak kendaraan bermotor.
Selain itu, pada 2026 UPTD Samsat Sijunjung juga akan meluncurkan inovasi SIBER (Signal Berbantuan).
Layanan ini ditujukan bagi wajib pajak yang mengalami kendala pembayaran di payment point, sehingga pelayanan tetap dapat diakses secara inklusif.
Rio menambahkan, UPTD Samsat saat ini mengoperasikan Samsat Keliling delapan kali setiap bulan.
Namun, keterbatasan kendaraan operasional menjadi tantangan, mengingat luasnya wilayah layanan.
“Meski dengan keterbatasan sarana, kami tetap berupaya menjaga pelayanan agar menjangkau masyarakat secara maksimal,” jelas Rio.
Anggota Komisi III DPRD Sumbar, Daswanto, menilai cakupan wilayah yang luas dan target penerimaan tinggi membuat Samsat Sijunjung membutuhkan tambahan personel dan sarana operasional memadai.
Ia menekankan, berbagai inovasi seperti Samsat Drive Thru, layanan SIBER, dan Samsat Keliling perlu didukung kebijakan anggaran dan fasilitas pendukung.
“Kami di Komisi III DPRD Sumbar akan mendorong agar aspirasi ini ditindaklanjuti sesuai mekanisme dan kewenangan, karena penguatan Samsat secara langsung berdampak pada peningkatan Pendapatan Asli Daerah,” tegas Daswanto. (***)











