Padang, Kliksumbar – Suasana Hunian Sementara (Huntara) Limau Manis, di dekat gerbang Kampus Universitas Andalas (Unand), Kota Padang, Kamis (22/1/2026), tak lagi senyap. Sejak pagi, tawa anak-anak, sapaan hangat, dan wajah-wajah penuh harap mewarnai kawasan yang selama ini lekat dengan sunyi pascabencana.
Hari itu menjadi istimewa. Untuk kali kedua, Utusan Khusus Presiden Bidang Pembinaan Generasi Muda dan Pekerja Seni, Raffi Ahmad, kembali datang ke Huntara Limau Manis. Kedatangannya bertepatan dengan peringatan Hari Ulang Tahun (HUT) ke-7 GEKRAFS (Gerakan Ekonomi Kreatif Nasional), yang dirayakan dengan cara berbeda—jauh dari kesan mewah dan seremonial.
Tak ada panggung megah, tak pula pesta glamor. Bersama jajaran pengurus GEKRAFS, Raffi Ahmad yang akrab disapa AA Raffi memilih duduk dan membaur bersama warga pengungsi. Doa bersama dan balanjuang, tradisi makan bersama khas Minangkabau, menjadi simbol kebersamaan dalam perayaan sederhana namun sarat makna itu.
Bagi Raffi, ulang tahun GEKRAFS bukan soal kemeriahan. Kehadiran, empati, dan kebersamaan justru menjadi inti perayaan. Ia tampak menyapa warga satu per satu, bercengkerama dengan anak-anak, hingga ikut larut dalam rangkaian kegiatan sosial di kawasan Huntara.
“Hidup lagi rasanya kami di Huntara ini. Ada rasa bahagia di tengah suasana pascabencana. Alhamdulillah,” ujar Epa, salah seorang warga, dengan mata berbinar saat menyambut kehadiran AA Raffi.
Rangkaian kegiatan HUT ke-7 GEKRAFS di Huntara Limau Manis diisi dengan aksi sosial yang menyentuh langsung kebutuhan warga. Mulai dari peletakan batu pertama pembangunan masjid, penyerahan bantuan secara simbolis, hingga kegiatan bermain dan menghibur anak-anak pengungsi.
Ketua Umum GEKRAFS, Kawendra Lukistian, menegaskan bahwa peringatan ulang tahun organisasi harus memberi manfaat nyata bagi masyarakat.
“GEKRAFS tidak ingin memperingati ulang tahun hanya dengan seremoni. Kami ingin hadir bersama masyarakat, merasakan yang mereka rasakan, dan mengambil bagian untuk meringankan beban saudara-saudara kita yang baru pulih dari bencana,” ujarnya.
Kehadiran Raffi Ahmad dan rombongan meninggalkan kesan mendalam bagi warga. Aad, salah seorang penghuni Huntara, tampak tak ingin melewatkan satu pun momen. Dengan ponsel di tangan, ia merekam hampir seluruh rangkaian kegiatan.
“Terima kasih AA Raffi sudah mau datang ke Huntara ini. Ini bukti perhatian nasional masih ada dan kami tetap menjadi prioritas,” kata Aad sambil memperlihatkan video yang direkamnya dengan penuh kebanggaan.
Wakil Ketua Umum GEKRAFS yang juga Wakil Gubernur Sumatera Barat, Vasco Ruseimy, menyebut kehadiran GEKRAFS di Huntara membawa energi baru bagi warga.
“Kehadiran seperti ini sangat berarti. Bukan hanya membawa bantuan, tetapi juga membawa semangat dan harapan bagi masyarakat,” tuturnya.
Kegiatan sosial HUT ke-7 GEKRAFS ini turut dihadiri sejumlah tokoh nasional dan daerah. Di antaranya Wakil Menteri UMKM Helvi Moriza, anggota DPR RI sekaligus Wakil Ketua Umum GEKRAFS Melly Goeslaw, Ketua Umum GEKRAFS Kawendra Lukistian, Wakil Ketua Umum GEKRAFS Vasco Ruseimy, anggota DPR RI Andre Rosiade, Bupati Dharmasraya Annisa Suci Ramadhani, Kapolda Sumatera Barat, serta Wakil Ketua DPRD Sumbar Evi Yandri Rajo Budiman.
Aksi sosial tersebut juga melibatkan kolaborasi luas dari berbagai pihak, mulai dari relawan, BUMN, pelaku usaha, hingga komunitas pekerja seni dan pelaku ekonomi kreatif di Sumatera Barat.
Menutup rangkaian kegiatan, Ketua Pelaksana HUT ke-7 GEKRAFS, Octaviani Putri Pertiwi, menjelaskan bahwa perayaan kali ini juga membawa pesan kuat melalui logo ulang tahun yang merepresentasikan kebersamaan, gotong royong, serta keberagaman ekosistem ekonomi kreatif Indonesia.
Dari Huntara Limau Manis, perayaan HUT ke-7 GEKRAFS berlangsung tanpa gemerlap, namun sarat makna. Bersama Raffi Ahmad, GEKRAFS menegaskan komitmennya untuk terus hadir, tumbuh, dan berkolaborasi bersama masyarakat. Terutama mereka yang tengah bangkit dari bencana.
Selamat ulang tahun ke-7, GEKRAFS. (***)











