Padang, Kliksumbar – Anggota Komisi V DPR RI Fraksi Partai Golkar, Zigo Rolanda, memastikan pembangunan Jembatan Kalawi di Kelurahan Limau Manis, Kota Padang, terus berjalan menuju tahap konstruksi. Proyek senilai sekitar Rp25,4 miliar itu menjadi salah satu prioritas pemulihan infrastruktur pascabanjir di Sumatera Barat.
Zigo menyampaikan kepastian tersebut saat Reses Perseorangan Masa Sidang V Tahun Sidang 2026/2027 di Limau Manis, Rabu (5/8/2026). Kegiatan itu dihadiri Wakil Wali Kota Padang, Wakil Ketua DPRD Sumbar Iqra Chissa, Balai Pelaksanaan Jalan Nasional (BPJN), Balai Wilayah Sungai (BWS) Sumatera V, anggota DPRD Kota Padang Fraksi Golkar, serta masyarakat.
Desain Jembatan Diubah Setelah Banjir
Zigo menjelaskan perjuangan pembangunan Jembatan Kalawi sudah dimulai sebelum banjir besar melanda Padang pada November 2025. Namun, bencana tersebut memaksa pemerintah mengevaluasi seluruh rancangan agar lebih aman menghadapi banjir.
“Awalnya sudah ada rancangan pembangunan Jembatan Kalawi. Tetapi setelah banjir, desain harus ditinjau kembali. Salah satu perubahan penting adalah menaikkan elevasi jembatan sekitar dua meter agar lebih aman,” kata Zigo.
Jembatan baru itu akan memiliki bentang sepanjang 70 meter. Pemerintah menggunakan konstruksi rangka baja kelas B dengan lebar enam meter. Selain itu, pemerintah juga menyiapkan normalisasi sungai, pembangunan pengaman tebing, serta pembebasan lahan seluas 448 meter persegi.
Seluruh Tahapan Teknis Telah Rampung
Menurut Zigo, seluruh tahapan perencanaan kini telah selesai. Tim telah menyelesaikan survei, kajian teknis, hingga penyusunan dokumen pendukung. Selain itu, anggaran pembangunan juga sudah masuk dalam pagu indikatif Kementerian Pekerjaan Umum.
“Biasanya sangat sulit sebuah proyek bisa masuk pada pagu indikatif awal. Alhamdulillah, Jembatan Kalawi sudah masuk. Tinggal pendalaman pembahasan anggaran. Kalau seluruh proses berjalan sesuai jadwal, pekerjaan fisik bisa dimulai pada Februari dan ditargetkan selesai sekitar 10 bulan,” ujarnya.
Zigo juga mengapresiasi warga Limau Manis yang menghibahkan sebagian lahannya. Menurutnya, dukungan masyarakat mempercepat penyelesaian seluruh tahapan pembangunan.
Penanganan Banjir Terus Dikawal
Selain Jembatan Kalawi, Zigo mengatakan Komisi V DPR RI terus mengawal penanganan banjir di Air Dingin, Batang Maransi, dan Surau Gadang. Berdasarkan kajian BWS Sumatera V, volume sedimentasi yang harus dikeruk mencapai lebih dari dua juta meter kubik.
“Ini merupakan hasil kajian teknis para ahli. Penanganan dimulai dari hulu agar material tidak terus terbawa ke hilir dan pekerjaan menjadi lebih efektif,” katanya.
Ia menambahkan rehabilitasi Daerah Irigasi Gunung Nago dan Daerah Irigasi Koto Tuo mulai berjalan pada Agustus 2026. Sementara itu, pembangunan Jembatan Surau Gadang diawali dengan pengendalian banjir agar konstruksi lebih aman.
Zigo menegaskan pemerintah bersama Kementerian PU dan Komisi V DPR RI telah menyiapkan anggaran sekitar Rp17,8 triliun untuk pemulihan infrastruktur pascabencana di Sumatera Barat hingga 2029.
“Kami memohon dukungan masyarakat agar seluruh proses pembangunan berjalan lancar. Infrastruktur ini bukan hanya memulihkan kondisi pascabencana, tetapi juga memperkuat ketahanan daerah menghadapi bencana di masa depan,” tutupnya. (***)











