Padang, Kliksumbar – Penyelenggaraan Haji 2026 menghadirkan perubahan besar bagi jemaah Indonesia. Untuk pertama kalinya, ribuan jemaah haji reguler menempati hotel bintang lima di kawasan dekat Masjid Nabawi, Madinah.
Kebijakan itu menjadi sorotan publik karena sebelumnya fasilitas premium identik dengan layanan haji khusus. Kini, jemaah reguler juga menikmati penginapan mewah dengan akses lebih dekat menuju pusat ibadah.
Anggota Tim Pengawas (Timwas) Haji DPR RI, Andre Rosiade, mengungkapkan hal itu saat rapat kerja Timwas Haji bersama Kepala Daerah Kerja Madinah, Senin (18/5).
“Pertama dalam sejarah, baru di era ini, jemaah haji reguler ditempatkan di hotel bintang lima di Madinah,” ujar Andre.
Ribuan Jemaah Tempati Hotel Premium
Pemerintah menempatkan sedikitnya 8.507 jemaah reguler di kawasan Markaziyah atau Ring Road Madinah. Kawasan itu dikenal strategis karena berada dekat Masjid Nabawi.
Selain itu, jarak hotel menuju masjid relatif singkat. Titik terjauh hanya sekitar 700 meter. Kondisi tersebut membantu jemaah, terutama lansia, menjalankan ibadah lebih nyaman.
Andre menjelaskan beberapa hotel premium yang digunakan pemerintah. Hotel Hilton Madinah menampung 720 jemaah. Kemudian, Dallah Taibah dihuni 1.360 jemaah.
Selanjutnya, Dar Al Eiman Intercontinental ditempati 289 jemaah. Millennium Al Aqeeq menampung 1.600 jemaah. Sementara itu, Maysan Al Harithia dihuni 1.300 jemaah.
Selain itu, Sofitel Shahd Al Madinah menampung 1.052 jemaah. Millennium Taibah dihuni 1.283 jemaah. InterContinental Dar Al Hijra juga menampung 903 jemaah Indonesia.
Pelayanan Haji Dinilai Meningkat
Andre menilai peningkatan kualitas akomodasi menjadi bukti perbaikan pelayanan haji Indonesia. Menurutnya, pemerintah terus memperbaiki tata kelola penyelenggaraan ibadah haji setiap tahun.
Ia menegaskan fasilitas hotel bintang lima bagi jemaah reguler merupakan pencapaian bersejarah. Kebijakan itu juga menunjukkan peningkatan kualitas pelayanan pemerintah terhadap jemaah Indonesia.
“Ini prestasi pertama dalam sejarah pelaksanaan haji Indonesia. Jemaah reguler kini mendapatkan hotel bintang lima,” tegas Andre.
Ketua DPD Gerindra Sumbar itu juga mengapresiasi peningkatan layanan dari pemerintah. Menurutnya, fasilitas nyaman memberi dampak besar terhadap kondisi fisik dan psikologis jemaah.
Selain itu, akses hotel yang dekat membantu jemaah menjalankan ibadah lebih tenang. Banyak jemaah kini merasa perjalanan spiritual mereka semakin nyaman dan manusiawi.
Kebijakan tersebut langsung menjadi perhatian masyarakat Indonesia. Di tengah tingginya biaya dan antrean haji, peningkatan layanan dianggap membawa harapan baru bagi calon jemaah.
Dampak Positif Layanan Haji 2026
• Akses lebih dekat menuju Masjid Nabawi
• Mengurangi kelelahan jemaah lansia
• Meningkatkan kenyamanan ibadah
• Memberi pengalaman haji lebih manusiawi
• Menjadi sejarah baru pelayanan haji Indonesia
(***)











