i

Padang, Kliksumbar — Anggota Komisi V DPR RI, Zigo Rolanda, menekankan perlunya percepatan pemulihan infrastruktur pascabencana di Sumatera Barat, terutama di wilayah yang terdampak banjir dan longsor akibat cuaca ekstrem pada awal 2026.

Penegasan tersebut disampaikan usai pertemuan bersama Gubernur Sumatera Barat dan mitra kerja Komisi V DPR RI pada Kamis (9/4/2026). Dalam pertemuan itu, pembahasan difokuskan pada percepatan pembangunan infrastruktur serta kesiapan lahan untuk hunian tetap bagi warga terdampak.

Selain itu, penyediaan lahan untuk pembangunan hunian tetap (huntap) disebut menjadi salah satu agenda prioritas agar masyarakat korban banjir segera mendapatkan tempat tinggal yang layak dan aman.

“Salah satu isu utama yang kami soroti adalah kesiapan pemerintah daerah dalam menyediakan lahan untuk pembangunan hunian tetap bagi masyarakat terdampak banjir,” ujar Zigo Rolanda.

Lebih lanjut, ia menjelaskan bahwa banjir dan longsor yang melanda Sumatera Barat pada awal 2026 dipicu oleh curah hujan ekstrem serta tekanan pada daerah aliran sungai. Kondisi tersebut mempercepat kerusakan infrastruktur vital, mulai dari jalan, jembatan, hingga sistem pengendali banjir.

Karena itu, ia menilai penanganan bencana harus diarahkan tidak hanya pada respons darurat, tetapi juga pada langkah mitigasi yang berkelanjutan.

“Penanganan tidak hanya bersifat tanggap darurat, tetapi juga harus berorientasi pada mitigasi jangka panjang,” jelasnya.

Sementara itu, Zigo juga berharap koordinasi antara pemerintah pusat dan daerah semakin solid agar seluruh program pemulihan berjalan tepat sasaran dan memberi perlindungan lebih kuat kepada masyarakat.

“Kami berharap seluruh upaya yang dilakukan dapat berjalan tepat sasaran, terkoordinasi dengan baik, serta mampu memberikan perlindungan yang lebih kuat bagi masyarakat ke depan,” tambahnya. (***)

Penulis: Gilang Gardhiolla GusveroEditor: Redaksi

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *