i

Padang, Kliksumbar – Di balik kemegahan Tour de Singkarak (TdS) yang pernah menggemakan nama Sumatera Barat di panggung internasional, berdiri sosok visioner bernama Prof. Dr. Ir. H. James Hellyward, M.S., IPU., ASEAN.Eng.

Lahir di Padang pada 16 Juli 1961, Prof. James dikenal sebagai akademisi, birokrat, sekaligus inovator pembangunan daerah yang mampu menjembatani dunia ilmu pengetahuan dengan kebijakan publik.

Namanya melekat kuat dalam sejarah kemajuan pariwisata Sumatera Barat, terutama sebagai tokoh penggagas TdS, ajang balap sepeda internasional yang pertama kali digelar pada 2009.

Arsitek Tour de Singkarak

Ketika dipercaya menjabat Kepala Dinas Kebudayaan dan Pariwisata Sumatera Barat pada periode 2006–2010, James Hellyward melihat potensi besar alam Ranah Minang yang belum sepenuhnya dikenal dunia.

Dari visi besar itulah lahir gagasan Tour de Singkarak, sebuah event olahraga bertaraf internasional yang tidak hanya menghadirkan kompetisi balap sepeda, tetapi juga menjadi mesin promosi wisata daerah.

Ajang ini melintasi berbagai kota dan kabupaten, menampilkan panorama danau, pegunungan, lembah, hingga pesisir Sumatera Barat kepada dunia internasional.

Lebih dari sekadar olahraga, TdS menjadi simbol kebangkitan pariwisata daerah sekaligus penggerak ekonomi masyarakat melalui sektor hotel, kuliner, transportasi, dan UMKM lokal. Event ini kemudian masuk kalender balap sepeda internasional dan menjadi salah satu kebanggaan Sumbar

Guru Besar yang Tetap Mengabdi

Di balik kiprahnya di birokrasi, jiwa akademisi Prof. James tidak pernah pudar. Ia merupakan Guru Besar Ilmu Peternakan di Universitas Andalas dan menjadi salah satu tokoh penting dalam pengembangan ilmu peternakan di kampus tersebut. Kepercayaan besar datang ketika ia terpilih sebagai Dekan Fakultas Peternakan periode 2016–2020. Jejak akademiknya juga sangat kuat.

Setelah menamatkan pendidikan di SMA Don Bosco Padang, ia melanjutkan studi ke Institut Pertanian Bogor untuk meraih gelar sarjana dan magister. Semangat intelektualnya membawanya menuntaskan pendidikan doktoral di Universitas Malaya, Malaysia.

Kombinasi pengalaman akademik dan kepemimpinan birokrasi menjadikan James sebagai figur yang dihormati, baik di lingkungan kampus maupun pemerintahan.

Dari Kampus ke Panggung Politik

Nama James Hellyward juga sempat menghiasi panggung politik Kota Padang.

Pada Pilkada 2013, ia maju sebagai Calon Wakil Wali Kota Padang mendampingi Desri Ayunda. Pasangan ini tampil kompetitif dan berhasil melaju hingga putaran kedua.

Dalam pertarungan akhir, mereka meraih 49,71 persen suara, sebuah capaian yang menunjukkan besarnya kepercayaan publik terhadap kapasitas dan integritas dirinya.

Sosok Visioner untuk Ranah Minang

Prof. James Hellyward adalah contoh nyata bagaimana seorang akademisi dapat memberi dampak besar bagi pembangunan daerah.

Ia tidak hanya membangun ruang kelas dan laboratorium ilmu pengetahuan, tetapi juga menghadirkan panggung dunia bagi Sumatera Barat melalui Tour de Singkarak.

Warisan pemikirannya terus hidup, bukan hanya di lingkungan akademik, tetapi juga dalam denyut pariwisata Ranah Minang yang pernah ia dorong hingga dikenal dunia. (***)

Penulis: Gilang Gardhiolla GusveroEditor: Redaksi

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *