Jakarta, Kliksumbar – Persatuan Wartawan Indonesia (PWI) Pusat dan Mahkamah Agung Republik Indonesia memperkuat sinergi edukasi hukum jelang Hari Pers Nasional 2026.

Kedua lembaga menjajaki kerja sama strategis dalam peliputan perkara dan literasi hukum publik.

Audiensi tersebut berlangsung di Lantai 13 Gedung Mahkamah Agung, Jakarta, Senin (22/12).

Pertemuan ini menjadi langkah awal menuju kolaborasi terstruktur menjelang HPN 9 Februari 2026 di Banten.

Sekretaris Jenderal PWI Pusat, Zulmansyah Sekedang, menegaskan PWI menjunjung kebenaran dan keadilan sejak berdiri.

Ia menyebut nilai tersebut sejalan dengan mandat Mahkamah Agung.

“PWI merupakan organisasi wartawan tertua dan terbesar. Kami setia pada kebenaran dan keadilan,” ujar Zulmansyah.

Selain itu, Zulmansyah menilai isu hukum dekat dengan kehidupan masyarakat.

Oleh karena itu, ia mendorong sinergi berkelanjutan antara pers dan lembaga peradilan.

“Kasus hukum selalu menyita perhatian publik. Kami berharap kerja sama berjalan sistematis,” katanya.

Ia menambahkan PWI merencanakan penandatanganan nota kesepahaman pada peringatan HPN 2026 di Serang.

MoU tersebut akan memperkuat edukasi dan pelatihan peliputan persidangan.

Sementara itu, Ketua Mahkamah Agung RI, Prof. Dr. H. Sunarto, menyambut positif inisiatif PWI.

Ia menilai kemitraan pers berperan strategis dalam membangun pemahaman publik.

Sunarto menegaskan Mahkamah Agung berpegang pada prinsip head, hand, dan heart.

Prinsip tersebut mencakup akal, tindakan, dan nurani.

“Keadilan harus dijaga secara nalar, tindakan, dan hati,” ujar Sunarto.

Ia menambahkan Mahkamah Agung membuka peluang penunjukan liaison officer.

Langkah tersebut bertujuan mengawal rencana kerja sama.

Di sisi lain, Wakil Ketua MA Bidang Yudisial, H. Suharto, menekankan peran media dalam edukasi hukum.

Ia mengingatkan pentingnya pemberitaan proporsional dan bertanggung jawab.

“Media berperan meningkatkan literasi hukum dengan memperhatikan etika,” ujar Suharto.

Audiensi tersebut turut dihadiri pimpinan Mahkamah Agung dan jajaran PWI Pusat.

Pertemuan ini diharapkan memperkuat peran pers sebagai pilar demokrasi.

Zulmansyah berharap kolaborasi ini berjalan berkelanjutan.

“Sinergi tersebut penting bagi peningkatan literasi hukum masyarakat,” tambahnya. (***)

Editor: Redaksi

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *