Jakarta, Kliksumbar – Anggota Komisi III DPR RI, Benny Utama, meminta Ditlantas Polda Sumatera Barat mengoptimalkan personel di titik rawan kepadatan jalur Sitinjau Lauik.
Permintaan itu ia sampaikan setelah meningkatnya volume kendaraan akibat putusnya dua jalur utama Padang–Bukittinggi yang memaksa seluruh arus lalu lintas beralih ke jalur tersebut.
Benny Utama menilai jalur Sitinjau Lauik memerlukan pengawasan ketat karena memiliki tanjakan curam dan tikungan sempit.
Kondisi itu membuat jalur tersebut rawan kecelakaan dan kemacetan.
“Ditlantas Polda Sumbar untuk benar-benar mengoptimalkan personelnya yang ditugaskan di sejumlah titik rawan terjadi kepadatan sehingga diharapkan dapat mengurangi beban di titik rawan kemacetan, mencegah penumpukan kendaraan pada waktu tertentu, menjaga kelancaran akses bagi kendaraan umum dan logistik diprioritaskan,” ujarnya.
Menurutnya, peningkatan arus kendaraan harus diantisipasi dengan manajemen lalu lintas yang tegas dan terstruktur.
Ia menekankan bahwa perubahan besar pola perjalanan memerlukan pengaturan yang lebih intensif.
“Perubahan pola perjalanan secara besar-besaran, dimana seluruh kendaraan dialihkan menuju ruas Padang–Solok via Sitinjau Lauik, Ditlantas dan jajaran serta koordinasi dengan Dinas Perhubungan Sumbar mesti diperkuat, sehingga memberikan pelayanan yang aman bagi kelancaran dan keselamatan masyarakat pengguna jalan,” jelasnya.
Selain itu, Benny Utama mendorong personel gabungan, termasuk Dishub, memantau arus kendaraan selama jalur Padang–Bukittinggi belum bisa dilewati.
Ia menilai pengawasan lapangan yang berkelanjutan sangat penting untuk mencegah titik macet baru.
“Sekaligus mengarahkan skema lalu lintas yang telah diatur kepada para pengemudi sebagai bentuk antisipasi terjadinya kemacetan arus lalu lintas seiring peningkatan volume kendaraan di jalur Sitinjau Lauik,” tambahnya.
Lebih lanjut, Benny Utama meminta masyarakat memeriksa kondisi kendaraan sebelum bepergian.
Ia mengingatkan bahwa peningkatan risiko di jalur darurat menuntut kesiapan kendaraan.
Ia menilai pemeriksaan rutin dapat mengurangi potensi gangguan di tengah tingginya mobilitas pasca bencana.
Dengan demikian, ia berharap semua pemangku kepentingan bergerak cepat.
Ia menyatakan pengaturan lalu lintas yang efektif akan membantu menjaga keselamatan pengguna jalan di tengah kondisi darurat akibat bencana di Sumatera Barat. (***)











