iPadang, Kliksumbar – Semen Padang FC berhasil mencuri satu poin saat bertandang ke markas Bali United FC pada pekan ke-18 BRI Super League 2025/26. Laga yang digelar di Stadion Kapten I Wayan Dipta tersebut berakhir imbang dengan skor 3-3.
Hasil ini sesuai target awal tim berjuluk Kabau Sirah yang datang dengan misi mencuri poin dari kandang Serdadu Tridatu. Namun, pelatih Semen Padang FC, Dejan Antonic, menilai hasil imbang tersebut belum sepenuhnya mencerminkan performa timnya di lapangan.
“Kami datang ke sini untuk mencuri poin dan kami berhasil. Kami juga menjadi tim pertama yang mencetak tiga gol ke gawang Bali United musim ini,” ujar Dejan Antonic dalam konferensi pers usai laga, Minggu (25/1/2026).
Selain meraih poin penting, Semen Padang FC mencatatkan rekor sebagai tim pertama yang mampu membobol gawang Bali United tiga kali dalam satu pertandingan musim ini. Catatan tersebut menunjukkan progres signifikan permainan tim, khususnya di lini serang.
Meski demikian, Dejan Antonic melontarkan kritik keras terhadap kepemimpinan wasit. Ia menilai keputusan pengadil lapangan merugikan timnya dan menghalangi peluang meraih kemenangan penuh.
“Jangan lupa ada dua gol kami yang dianulir wasit. Lucu. Skor akhirnya 3-3, tapi saya pikir kami bisa menang,” jelasnya.
Semen Padang FC tampil agresif sejak awal pertandingan. Dalam tempo kurang dari 15 menit, tim tamu sudah unggul dua gol. Angelo Meneses membuka keunggulan pada menit kelima, sebelum Jaime Giraldo mencetak gol debutnya pada menit ke-12. Keunggulan tersebut bertahan hingga turun minum.
Namun, situasi berubah pada babak kedua. Dejan menyebut cedera pemain menjadi faktor utama bergesernya momentum permainan. Kianz Froese terpaksa meninggalkan lapangan karena kondisi medis darurat.
“Kami harus mengganti Kianz Froese bukan karena taktik, tetapi karena cedera. Semoga Firman dan Oropa tidak mengalami cedera serius,” ujar Dejan.
Menurut Dejan, peluang menang sangat terbuka jika kondisi tim tetap utuh sepanjang laga. Ia menilai Bali United mulai mengambil alih permainan setelah perubahan komposisi pemain.
“Kalau tidak ada cedera, saya yakin peluang menang sangat besar,” tambahnya.
Bali United kemudian bangkit melalui gol Jens Raven pada menit ke-54 dan Mirza Mustafic menit ke-69 yang menyamakan skor menjadi 2-2. Tuan rumah sempat berbalik unggul lewat gol Thijmen Goppel pada menit ke-75.
Namun, Semen Padang FC menunjukkan mental kuat. Empat menit berselang, Ripal Wahyudi melepaskan tembakan keras dari luar kotak penalti yang merobek gawang Bali United dan memastikan skor akhir 3-3. (***)











